Senin, 15 November 2010

SPK_4KA04_11107278_Nurul Indah Wulandari A.

spk1

Senin, 25 Oktober 2010

Tugas SPK

Contoh Kasus yang diselesaikan
Suatu pabrik perakitan radio menghasilkan dua tipe radio, yaitu HiFi-1 dan HiFi-2 pada fasilitas
perakitan yang sama. Lini perakitan terdiri dari 3 stasiun kerja. Waktu perakitan masing-masing
tipe pada masing-masing stasiun kerja adalah sebagai berikut :





Stasiun kerja Waktu perakitan per unit (menit)
HiFi-1 HiFi-2


1 6 4



2 5 5



3 4 6








Waktu kerja masing-masing stasiun kerja adalah 8 jam per hari.
Masing-masing stasiun kerja membutuhkan perawatan harian selama 10%, 14% dan 12% dari
total waktu kerja (8 jam) secara berturut-turut untuk stasiun kerja 1,2 dan 3.
Formulasikan permasalahan ini kedalam model matematiknya !
Solusi :



Alternatif keputusan adalah : radio tipe HiFi-1 (x1) dan radio tipe HiFi-2 (x2).
Tujuannya adalah memaksimumkan jumlah radio HiFi-1 dan HiFi-2 yang diproduksi.
Sumber daya pembatas adalah : jam kerja masing-masing stasiun kerja dikurangi dengan waktu
yang dibutuhkan untuk perawatan.
Waktu produktif masing-masing stasiun kerja oleh karenanya adalah :
Stasiun 1 : 480 menit – 48 menit = 432 menit
Stasiun 2 : 480 menit – 67.2 menit = 412.8 menit
Stasiun 3 : 480 menit – 57.6 menit = 422.4 menit.





Model umum pemrograman linier :
Maksimumkan z = x1 + x2

Kendala :



6x1 + 4x2 ≤ 432


5x1 + 5x2 ≤ 412.8


4x1 + 6x2 ≤ 422.4


x1, x2 ≥ 0








Substitusi:


6x1 + 4x2 ≤ 432 |x5| 30x1 + 20x2 = 2160
5x1 + 5x2 ≤ 412,8 |x4| 20x1 + 20x2 = 1651,2



10x1 = 508,8




X1 = 50,88
4x1 + 6x2 ≤ 422,4 |x5| 20x1 + 30x2 = 2112
5x1 + 5x2 ≤ 412,8 |x4| 20x1 + 20x2 = 1651,2



10x2 = 460,8




X2 = 46,08





Z = x1 + x2


= 50,88 + 46,08


= 96,96



Minggu, 16 Mei 2010

Bab 4

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pada bab ini menyampaikan beberapa kesimpulan mengenai hasil dari aplikasi yang telah dibuat. Dalam aplikasi ini terdapat suatu kelebihan-kelebihan atau manfaat yang dapat diperoleh dari aplikasi yang telah dibuat ini, diantaranya adalah seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ingin belajar sendiri secara mandiri akan dapat menpelajari mata pelajaran mengenai tenses kapanpun dan dimanapun siswa tersebut menginginkannya. Selain itu, siswa tersebut dapat mempelajari sendiri tanpa harus datang menemui guru mata pelajaran yang bersangkutan. Manfaatnya adalah user tetap dapat menggunakannya kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan CD interaktif ini.

Selain daripada kelebihan-kelebihan yang telah dijelaskan diatas, penulis menyadari adanya kelemahan mengenai hasil dari aplikasi ini yaitu terbatasnya soal-soal yang diberikan pada saat menu dijalankan, selain itu soal-soal yang telah ditampilkan sebelumnya dan setelah dijawab tidak dapat dimunculkan kembali karena soal ini dibuat secara acak. Tampilan dalam aplikasi ini masih sederhana, sehingga memungkinkan tampilan dari aplikasi ini menjadi kurang menarik. Aplikasi ini hanya dapat dijalankan dengan menggunakan media komputer yang memiliki perangkat hardware CD-ROM.

4.2 Saran

Penulis menyadari bahwa aplikasi ini masih memerlukan pengembangan lagi dalam rangka membuat aplikasi yang baik (menurut pandangan umum). Dalam hal ini penulis akan memberikan saran untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pada aplikasi seperti yang telah disebutkan diatas. Pertama-tama mengumpulkan lebih banyak soal-soal, sehingga user dapat lebih memahami mata pelajaran tenses. Kedua membuat lebih banyak lagi animasi-animasi berupa teks dan gambar serta latar belakang suara sehingga tampilan aplikasi ini tidak akan membosankan.

Untuk itu penulis mengharapkan agar pembuatan aplikasi ini dapat menjadi motivasi bagi kalangan pengembang software maupun apilkasi untuk membuat aplikasi yang mampu meningkatkan kualitas dunia pendidikan.

Rabu, 21 April 2010

Empat Korban Kerusuhan Koja Lapor Polisi

Empat korban kerusuhan Koja melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polda Metro Jaya. Mereka adalah Andika (39), anggota DPRD DKI Jakarta; Salih (44), buruh; Bayu (14), pelajar; dan anggota polisi Inspektur Satu Mulyadi.

Mereka mengalami luka di badan dan kepala karena dikeroyok dan dianiaya sekelompok orang saat terjadi kerusuhan di areal makam Mbah Priuk, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (14/4/2010) lalu. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, Rabu (21/4/2010) sore.

Dalam laporannya, Andika yang juga menjadi anggota tim mediasi menyatakan, saat dia sedang berbincang dengan warga pada Rabu lalu, tiba-tiba tubuhnya ditarik sekelompok orang berpakaian seragam yang diduga anggota Satpol PP. Mereka kemudian mengeroyok Andika yang terluka di bagian tubuh dan memar-memar di kepala.

Anggota polisi Inspektur Satu Mulyadi juga sekelompok orang. Ia mengalami luka memar di bagian tubuhnya. Polisi masih menunggu laporan dari para korban lain untuk memudahkan penyelidikan kerusuhan Koja yang sedang dilakukan.

Selain akan mencari keterangan di tempat kejadian, pemeriksa para korban kerusuhan, polisi bersama-sama dengan tim investigasi dari Pemprov DKI Jakarta sudah meminta rekaman peristiwa tersebut dari beberapa stasiun televisi. Tujuannya untuk memudahkan mencari pelaku kerusuhan.

Mengenai dugaan keterlibatan organisasi massa tertentu, Boy menyatakan belum bisa mengungkapkannya karena penyelidikan sedang berjalan. Sekarang ini polisi hanya fokus kepada pelanggaran hukum, yakni tindak kekerasan fisik yang terjadi pada kerusuhan Koja tersebut.


sumber: Kompas

Semua Calon Ketum Demokrat Alumni HMI

Semua calon Ketua Umum Partai Demokrat pernah menjadi aktivis organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain Anas Urbaningrum yang memang pernah jadi Ketua Umum HMI, dua calon lainnya juga aktiv di HMI meski tak sampai pucuk pimpinan level nasional.

Andi Mallarangeng, misalnya, pernah menjadi Sekretaris Komisariat HMI Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Sedangkan Marzuki Ali juga pernah menjadi anggota Komisariat HMI Jakarta Timur. Andi Mallarangen kini Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, marzuki Ali jadi Ketua DPR dan Anas Urbaningrum jadi Ketua Fraksi Demokrat DPR.

Itu sebabnya, mantan Ketua Umum HMI Akbar Tandjung yang kini Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, menepis tudingan soal HMI atau korps alumni HMI berada di belakang Anas Urbaningrum.

"Tidak ada rencana maupun rekayasa politik atas pencalonan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat. Apalagi ingin mempengaruhi dan mencampuri Partai Demokrat dalam memilih ketua umumnya," bantah Akbar Tanjung saat ditanya Kompas di Jakarta, Rabu (21/4).

Akbar menganggap, majunya Anas adalah murni kapasitas Anas, kontribusinya di Partai Demokrat selama ini, juga komitmen Anas yang ingin membangun Partai Demokrat menjadi partai modern.

Akbar menepis tudingan adanya dukungan dana dari dirinya dan mantan kader serta pengurus HMI/KAHMI lainnya untuk membantu Anas. Katanya, memang ada kesamaan dan ikatan emosional karena pernah bersama-sama di HMIl, tetapi tidak ada dukungan seperti itu.

Soal dukungan terhadap Anas, Akbar menyatakan dirinya juga mendukung seperti mendukung Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie yang pernah sama-sama menjadi alumni HMI. "Wajar kalau saya mendukung Anas, Andi dan Marzuki. Sebab, mereka sama-sama HMI juga," katanya.


sumber: Kompas

Chris John Putuskan Latihan di Bali

Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, akhirnya memutuskan meneruskan latihan di Bali untuk persiapan menghadapi penantangnya, Fernando David Saucedo, 22 Mei 2010.

Chris John memutuskan untuk berlatih di Bali karena waktunya sudah dekat sekaligus untuk adaptasi dengan cuaca di sini (setelah berlatih di Australia). Menurut petinju yang memiliki rekor bertanding 43 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut, latihan di Bali ini lebih banyak difokuskan dengan teman latih tanding.

Thomas dan Sahlan akan mengisi partai tambahan saat Chris John naik ring di Bali nanti. Mereka juga dikirim berlatih di Sasana Herry’s Gym Perth Australia bersama dengan Chris John.

Bagi ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) ini, Bali merupakan tempat yang penting karena di "Pulau Dewata" inilah Chris John merebut gelar juara dunia setelah mengalahkan petinju Kolombia, Oscar Leon pada 2003.

Petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut mengatakan bertarung di Bali sudah merupakan nilai tersendiri bagi dirinya. Cuaca, dukungan penonton, makanan, dan beberapa hal lain sangat mendukungnya jelang laga ini.

Ketika ditanya apakah ada keinginan untuk memukul KO petinju dari Argentina tersebut, dia mengatakan, akan melihat dari ronde ke ronde. Kalau memang ada kesempatan untuk memukul KO Fernando, tentunya akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Chris John.

sumber: Kompas

PLN Janjikan Kenaikan Laba

PT PLN (Persero) meminta kepada pemerintah untuk menambah margin PLN menjadi sebesar 8 persen dibandingkan sebelumnya yang hanya 5 persen. PLN menghitung, kenaikan margin tersebut bisa mendongkrak laba PLN menjadi sebesar Rp 13,8 triliun tahun ini.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di sela-sela Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (21/4/2010).

Dalam hal ini berharap pemerintah menyetujui kenaikan margin PLN karena bisa berdampak pada kenaikan laba PLN, apabila margin PLN tetap 5 persen, maka laba PLN pada tahun ini hanya sebesar Rp 8,7 triliun.

Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsudin mengatakan bahwa tanpa kenaikan margin tersebut, PLN hanya bisa menutup operasi. Dengan kenaikan margin tersebut maka PLN memiliki kemampuan untuk melakukan investasi dan ekspansi.

Tahun ini, PLN berencana untuk berinvestasi sebesar Rp 73,1 triliun. Dengan margin 5 persen maka dari total investasi tersebut untuk pengadaan pinjaman yang ada, PLN meminjam Rp 37,8 triliun. Kemudian kebutuhan pinjaman baru sebesar Rp 35,3 triliun dan kemampuan pinjaman PLN sebesar Rp 14,2 triliun sehingga kekurangan pendanaan investasi PLN Rp 21,1 triliun.

Namun, apabila margin dinaikkan menjadi 8 persen, maka pengadaan pinjaman yang ada jumlahnya mencapai Rp 42,1 triliun. Kebutuhan pinjaman baru menjadi Rp 31 triliun. Kemudian kemampuan pinjaman PLN akan meningkat sebesar Rp 23,5 triliun. Sehingga kekurangan pendanaan investasi PLN hanya sebesar Rp 7,5 triliun.


sumber: Kompas